Latest Post

Puji-pujian Rukun Iman
(qobla subuh)
سُبْحَانَ ا للَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ..
وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَا للَّهُ أَكْبَرْ ..
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ ..بِا للَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمْ.
آمَنْتُ بِا للَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ (اللّه)وَكُتُبِهِ وَرَسُولِهِ ..، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ ..
وَشَرِّهِ مِنَ ا للَّهِ تَعَالَى
Puji-pujian rukun islam
(maghrib)
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ..، سَيِّدِنَاوَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ ، عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ ا للَّهِ صَلاَةً ..، دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ..
Eling –eling wong urip bakale mati..
Ojo bungah maring dunyo mulyo mukti
Luru ngelmu wong ngibadah ingkang ngerti..
Murih ngamal wiwit urip tumeko mati
Eling –eling wong urip bakale mati..
Ojo bungah maring dunyo mulyo mukti
Rukune islam iku limang perkoro..
Ingkang dingin ngucapaken sahadat loro
Kaping pindo manjing wektu kudu solat
Kaping telu lamon sugih aweh zakat
Kaping papat puoso wulan romadhon
Kaping limo munggah haji lamon kuwoso.

Hadirilah Ramah Tamah, Tabligh Akbar, dan Peluncuran buku " Umat Bertanya Ulama Menjawab ", bersama Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah " Ust Noval Alaydrus"
Sebuah Seruan Untuk Kembali Mengikuti Ulama, acara ini akan di laksanakan pada :
Hari       : Ahad , 11 November 2012
Pukul     : 08:00 Wib
Tempat  : Masjid Agung Surakarta

Info lebih lanjut hubungi:
0821 5140 7743
0819 0457 5916


1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]






Islam senantiasa menganjurkan umatnya untuk membantu orang lain. bantuan tersebut bisa dalam bentuk harta, tenaga, pikiran, dan lain sebaginya. Dalam satu ayat dijelaskan bahwa orang yang senantiasa membantu orang lain dengan harta akan mendapatkan pahala disisi Allah. Firman-Nya, “Orang-orang yang menfkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-baqarah [2]: 24).


Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu masa atau tempat tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh al qur’an maupun sunnah.

Diantaranya firman Allah swt :

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian
(HR. Muslim no.108, 2/671)
Faidah:
· Haram hukumnya memintakan ampunan bagi orang yang mati dalam keadaan kafir (Nailul Authar [219], Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi [3/402]). Sebagaimana juga firman Allah Ta’ala
 مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya)” (QS. At Taubah: 113)



اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍعَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ


(Padhang bulan, padhange kaya rina
Rembulane, sing ngawe-awe) 2X
Ngelengake, aja turu sore
(e...kene tak critani, kanggo sebo mengko sore) 2X

(Iki dino, ojo lali lunga ngaji
Takon marang, ya’i guru kang pinuji) 2X
Enggal sira, ora gampang kebujuk syetan
(Insya Allah, kita menang lan kabegjan) 2X

(Lamun wong tuwa 2X keliru mimpine
Ngalamat bakal 2X getun mburine)2X
Wong tuwa loro, kundur ing ngarsa pengeran
(Anak putune, rame 2X rebutan warisan) 2X

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.