Islam senantiasa menganjurkan umatnya untuk membantu orang lain. bantuan tersebut bisa dalam bentuk harta, tenaga, pikiran, dan lain sebaginya. Dalam satu ayat dijelaskan bahwa orang yang senantiasa membantu orang lain dengan harta akan mendapatkan pahala disisi Allah. Firman-Nya, “Orang-orang yang menfkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-baqarah [2]: 24).
Dalam ajaran Islam, bantuan dalam bentuk harta dibagi menjadi tiga,
yakni zakat, sedekah, dan infaq. Zakat adalah nama bagi sejumlah harta
tertentu, yang telah mencapai syarat tertentu, yang diwajiban oleh
Allah untuk dikeluarkan, dan diberikan kepada yang berhak menerimanya,
dengan persyaratan tertentu pula.
Sementara infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau
pendapatan/ penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan
ajaran Islam. Jika zakat ada nasabnya, infaq tidak mengenal nasab. Jika
zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infaq
boleh diberikan kepada siapaun juga, misalnya untuk kedua orang tua,
anak yatim, dan sebagainya (QS al-Baqarah [2]: 215).
Pengertian sedekah sama dengan infak, termasuk juga hukum dan
ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infak berkaitan dengan materi,
sedekah memiliki arti lebih luas, termasuk menyangkut hal yang non
materil. Rasulallah SAW menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah
dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil ,
berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar
adalah sedekah.
Seseorang yang memiliki kelebihan harta
sangat dianjurkan sekali untuk beriinfak dan bersedekah. Banyak ayat
yang menjelaskan keutamaan berinfak ini. Misalnya berinfak merupakan
ciri orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]:3 dan Ali Imran [3]: 134),
berinfak merupakan ciri-ciri mukmin yang sungguh-sungguh imannya(QS
al-Anfal [8]: 3-4), orang berinfak merupakan ciri mukmin yang mengharap
keuntungan abadi (QS Fathir [35]: 29), dan berinfak melipat gandakan
pahala disisi Allah (QS Al-Baqarah [2]: 262). Dalam sebuah Hadits Qudsi
Allah berfirman, “Hai anak cucu Adam, berinfak-lah kalian, maka Aku akan memberi ganti kepadamu” (HR Bukhari-Muslim).
Posting Komentar